Biografi Cut Nyak Dien




Biografi Cut Nyak Dien 


Sepertinya Indonesia di pastikan memiliki Pahlawan di tiap propinsinya. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas seorang pahlawan perempuan yang lahir dari Aceh. Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1848 di Kerajaan Aceh dan beliau meninggal dunia di wilayah pengasihannya di Sumedang pada tanggal 6 November 1908, Jawa Barat. 

Cut Nyak Dien dengan semua jasa – jasanya dalam melawan penjajah Belanda sangat terkenal dan di kenang luas tidak hanya oleh warga Aceh namun bagi semua rakyat Indonesia. Untuk segala perjuangannya dalam Perang Aceh, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional Indonesia.
Pada awalnya, Cut Nyak Dien menikah dengan Ibrahin Lamnga. Sama sepertinya, suaminya juga seorang pejuang melawan Belanda. Dalam sebuah pertempuran dengan Belanda di Gle Tarum, Ibrahim  Lamnga meninggal dunia tepatnya pada tanggal 29 Juni 1878. 

Masa Kecil


Cut Nyak Dien memiliki sebuah garis keturunan yang tercatat memang menomor satukan perintah agama. Keluarganya juga bukan rakyat biasa, ia lahir dari garis keluarga bangsawan. Daerah dimana ia di lahirkan dalam beberapa literatur di sebut dengan wilayah VI mukim, yang tercatat dari momen kelahirannya hanya tahunnya saja, yaitu 1848.  

Terlahir dari keturunan bangsawan, ayahnya bernama Teuku Nanta Setia dan ibunya adalah putri uleebalang Lampagar.  

Cut Nyak Dien memperoleh pendidikan bidang agama dan keahlian hidup dengan baik dari oarng tua dan guru nya. Orang tuanya mengajarkan beliau keahlian untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik. Di ajarkannya mulai dari memasak, mengurus suami, serta hal – hal kecil lainnya terkait kehidupan rumah tangga. Ia juga mendapat pengajaran agama yang mumpuni dari guru ngajinya.

Cut Nyak Dien kecil tumbuh menjadi gadis yang cantik dan di sukai banyak pemuda di wilayahnya. Banyak yang datang melamarnya. Kemudian orang tuanya menikahkan beliau dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga, mereka menikah pada tahun 1862. Suaminya merupakan putra dari uleebalang Lamnga XIII. Dari pernikahannya ini, Cut Nyak Dien di karuniai seorang anak laki - laki.

Perjuangan Melawan Belanda


Belanda pertama kali melancarkan serangan ke Aceh pada tanggal 26 Maret 1873. Dari kapal perangnya yang di beri nama Citadel van Antwerpen, Belanda mulai menggempur wilayah Aceh. Rakyat Aceh tentu tidak tinggal diam, mereka juga melancarkan serangan balik yang di pimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Machmud Syah pada tahun 1873-1874. Saat itu, penjajah Belanda di pimpin oleh Johan Harmen Rudolf Kohler, mereka menyerbu Aceh dengan jumlah prajurit mencapai 3.198.

Hal pertama ketika penjajah Belanda mulai menyerang Aceh adalah menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Mereka mendarat melalui Pantai Ceureumen. Belanda langsung membakar Masjid Raya Baiturrahman. Cut Nyak Dien melihatnya dan tidak tinggal diam. Ia langsung membangkitkan rasa perjuangan rakyat Aceh dengan berteriak keras : Lihatlah wahai orang-orang Aceh!! Tempat ibadat kita dirusak!! Mereka telah mencorengkan nama Allah! Sampai kapan kita begini? Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda?

Pada saat itu, Kesultanan Aceh mampu memukul mundur Penjajah Belanda. Kohler yang menjadi pemimpin merekapun tewas dalam pertempuran karena tertembak. Alhasil Kesultanan Aceh berhasil memenangkan pertempuran pertama, suami Cut Nyak Dien yang bertempur di jajaran terdepan pulang dengan tersenyum. Perang ini terjadi pada April 1873.

Namun berikutnya, Belanda melancarkan serangan kembali pada tahun 1874-1880. Pada tahun 1873 wilayah VI Mukim dapat di lumpuhkan oleh Belanda di bawah pimpinan Jenderal Jan Van Swieten. Penjajah Belanda juga menguasai Keraton Kesultanan Aceh pada tahun 1874. Ini membuat rakya Aceh tidak memiliki lagi tempat yang aman untuk di tinggali. Rakyat Aceh akhirnya memilih mengungsi pada tanggal 24 Desember 1875, yang di utamakan mengungsi adalah ibu – ibu dan anak – anak, Cut Nyak Dien juga ikut dalam rombongan pengungsi. Sedangkan suaminya dan bersama para lelaki lain berjuang bertempur melawan penjajah Belanda guna mengambalikan Kesultanan Aceh dengan merebut wilayah VI mukim.  

Dalam pertempuran ini, Ibrahim Lamnga, suami Cut Nyak Dien gugur dalam medan pertempuran. Ibrahim Lamnga tewas pada tanggal 29 Juni 1878. Inilah titik dimana Cut Nyak Dien mengambil ikrar untuk tidak akan berhenti memperjuangkan Aceh dan menghancurkan Penjajah Belanda.  

Dalam catatan perjalanan hidup Cut Nyak Dien, ia menikah untuk kedua kali dengan seorang tokoh perjuangan Aceh yang sangat di segani bernama Teuku Umar. Meskipun pertamanya Cut Nyak Dien menolak lamaran dari Teuku Umar, namun kemudian ia menerimanya juga setelah calon suaminya itu tetap akan mengizinkan ia guna menumpaskan Belanda.

Mereka menikah pada tahun 1880. Pernikahan ini di sambut baik oleh rakyat Aceh dan menambah gairah semangat perjuangan rakyat Aceh dalam melawan penjajah Belanda. Dari pernikahan dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dien di karunia seorang anak yang di beri nama Cut Gambang. 

Perjuangan berlanjut dengan meenggunakan taktik perang Gerilya. Perang ini tidak hanya perjuangan dalam mengusir penjajah Belanda, namun juga merupakan upaya untuk menegakan agama Alloh dan di namakan perang fi’sabililah yaitu perang di jalan Alloh melawan kafir Belanda.

Langkah awal yang di ambil oleh Teuku Umar adalah mendekati Belanda dan membangun hubungan yang kuat antara keduanya, semua di lakukan guna mendapat kepercayaan Belanda. Dan semuanya mencapai puncak ketika Teuku Umar bersama 250 pasukannya “meyerahkan diri” kepada Belanda dan mengaku berniat ingin bergabug dengan Belanda. Ini di lakukan pada tanggal 30 September 1893.  

Belanda yang pastinya sangat menyetujui dengan langkah yang di ambil oleh teuku Umar ini langsung menganugerahi ia dengan gelar Teuku Umar Johan Pahlawan. Selain itu, Belanda juga memberikan kekuasaan penuh kepada teuku Umar untuk menjadi komandan unit pasukan Belanda.

Namun strategi yang di ambil oleh teuku Umar dan Cut Nyak dien ini bukan tanpa pertentangan. Banyak rakyat Aceh mengira bahwa mereka telah mengkhianati Aceh. Salah satunya yaitu Cut Nyak Meutia yang langsung mendatangi Cut Nyak Dien dan langsung memakinya. Meskipun Cut Nyak Dien berhasil untuk meyakinkan kembali Cut Nyak Meutia untuk kembali berfokus melawan Belanda karena pada dasarnya semua yang di lakukan oleh Teuku Umar adalah salah satu upaya dalam melemahkan Belanda dari dalam.
Teuku Umar masih tetap fokus untuk meengganti sebanyak – banyak orang Belanda menjadi orang Aceh di pasukan yang ia pimpin. Sambil terus mempelajari taktik perang yang di pakai oleh Belanda. Hingga pada saat dimana orang Aceh yang masuk dalam pasukannya di rasa sudah cukup, Teuku Umar merencanakan untuk menggempur Aceh. Tentu inipun di maksudkan dalam upaya untuk mengelabui Belanda.

Ketika rencana untuk menggempur basis Aceh itu telah di setujui Belanda. Maka, Teuku Umar dan Cut Nyak Dien bersama dengan pasukan serta peralatan perang berupa senjara berat lengkap dengan amunisinya pergi berangkat ke Aceh. Namun ternyata mereka tidak pernah kembali lagi ke Belanda. Pengkhianatan Teuku Umar ke pihak Belanda ini di kenal dengan Het Verraad van  Teukoe Oemar atau pengkhianatan Teuku Umar.

Alhasil di pastikan Belanda sangat marah dengan kejadian ini. Mereka mengamuk dengan melancarkan operasi besar – besaran untuk menangkap teuku Umar dan Cut Nyak Dien. Sementara itu pasukan Belanda sekarang di pimpin oleh Jenderal Jakobus Ludovicius Hubertus Pel, menggantikan yang sebelumnya Jenderal Van Swieten.

Dengan bekal peralatan perang yang lengkap, Teuku Umar berhasil menghancurkan pasukan Belanda. Jenderal Jakobus berhasil di bunuh. Belanda benar – benar dalam masalah besar sehingga mereka mencabut gelar Teuku Umar dan membakar rumahnya juga.   

Belanda tetap mencari cara agar dapat melumpuhkan kekuatan Aceh. Mereka membayar orang untuk terus mematai – matai Teuku Umar untuk mendapatkan rencana apa yang nantinya akan di ambil oleh Teuku Umar. Maka di ketahui bahwa Teuku Umar akan menyerang Belanda pada tanggal 11 Februari 1899. Karena rencananya sudah di ketahui, Teuku Umar gugur dalam perang tersebut. Meskipun sedih bukan main, Cut Nyak Dien tetap tegar dan mengatakan bahkan sempat memarahi anaknya yaitu Cut Gambang yang menangis di hadapan jasad ayahnya ‘Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid’. Cut Nyak Dien terus melancarkan serangan kepada Belanda di pedalaman Meulaboh bersama dengan para pasukannya.

Tertangkap Oleh Belanda


Dengan usia yang sudah menua, Cut Nyak Dien terus berjuang melawan Belanda. Namun bagaimanapun pihak Belanda lebih kuat karena di dukung kekuatan yang lengkap. Terlebih lagi Cut Nyak Dien memilki penyakit encok dan mata rabun. Di tambah jumlah pasukan yang makin berkurang dan kurangnya pasokan makanan.  

Akhirnya, salah satu pasukannya melaporkan keberadaan Cut Nyak Dien kepada Belanda. Yang melapor tersebut bernama Pang Laot. Belanda datang berhamburan menyerbu tempat Cut Nyak Dien di Beutong Le Sageu. Mereka bertempur mati – matian meskipun akhirnya Cut Nyak Dien tertangkap oleh pihak Belanda. Sementara anakanya, Cut Gambang, berhasil kabur ke hutan dan meneruskan perjuangan melawan penjajah Belanda.

Masa Gugur


Cut Nyak Dien akhirnya di bawa ke Banda Aceh dan di rawat disana. Penyakitnya juga semakin membaik. Namun walaupun sudah tidak melancarkan serangan, Belanda khawatir bahwa kehadiran Cut Nyak Dien di Banda Aceh akan membangunkan kembali semangat perlawanan warga Aceh. Terlebih lahi ia masih aktif membangun komunikasi dengan para gerilyawan. Belanda akhirnya memutuskan untuk mengirim Cut Nyak Dien dan di asingkan ke Sumedang – Jawa Barat.

Bersama dengan tahanan yang lain , Cut Nyak Dien dibawa ke Sumedang. Karena nama besar dan perjuangannya, Bupati Sumedang Suriaatmaja menaruh hormat kepada Cut Nyak Dien. Di dalam tahanan, Cut Nyak Dien di juluki dengan nama “Ibu Perbu”, karena di anggap sebagai perempuan yang memiliki pemahaman agama yang mumpuni. Cut Nyak Dien  di tahan bersama seorang ulama bernama Kiyai Ilyas.
Karena faktor usia, Cut Nyak Dien meninggal di Sumedang pada tanggal 6 November 1908. Namun pada tahun 1959 makamnya baru di temukan. Atas semua jasa besarnya dalam perjuangan melawan Belanda, pemerintahan Soekarno menganugerahinya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden RI No.106 Tahun 1964 tepatnya pada tanggal 2 Mei 1964. Gelar pahlawan ini sendiri atas pengajuan Gubernur Aceh saat itu yaitu Ali Hasan.

Related Posts:

Biografi Medina Kamil



Bagi yang suka dengan acara outdoor tentu tahu program televisi JejakPetualang kan yang tayang di Trans7? Menurut saya program tersebut memiliki tujuan agar semakin banyak wilayah eksotik di Indonesia makin di kenal luas. Kemudian bisa banyak yang mengunjungi dan ujungnya akan banyak pemasukan berupa pajak yang bisa di pergunakan untuk pembangunan kemasyarakatan dan konservasi alam. (pendapat pribadi) 

Nah, selain karena acaranya yang menarik yang terus ngajak jalan-jalan. Presenternya juga cantik-cantik, salah satu yang menjadi bintang presenter JejakPetualang adalah Medina Kamil. Kali ini kita akan coba mengenal lebih jauh sosok presenter cantik yang satu ini.

Medina Kamil lahir di Jakarta  pada tanggal 6 April 1982. Ia terlahir dari pasangan H. Kamil Syueb (Alm) dan Hj. Annisyah. Pemilik nama panggilan Nana ini merupakan presenter kedua menggantikan yang sebelumnya Riyana Djangkaru yang off karena alasan hamil.

Bersama dengan tim Jejak Petualang yang lain, Medina Kamil sempat mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan di Papua. Tim Jejak Petualang Papua saat itu berjumlah lima orang dan Nana adalah salah satunya. Selama 4 hari keberadaan mereka tidak di ketahui, membuat tim pencari harus bekerja ekstra keras untuk menemukan kelimanya. Lebih parahnya buat MedinaKamil, ekspedisi Papua tersebut adalah ekspedisi Jejak Petualang pertama kalinya. 

Medina Kamil adalah pribadi yang tegar. Terombang – ambing di tengah laut Arafuru selama 24 jam dan kemudian terdampar di pulau tak berpenghuni tentu membuat nyali makin ciut. Nana mengungkapkan, bahkan untuk minum mereka mengandalkan air hujan yang turun. Di Pulau Tiga aku bersama tim yang selamat harus survive dengan makan apa saja yang bisa dimakan bahkan untuk minum saja harus mengandalkan air hujan, ungkapnya. Selama empat hari tersebut kemampun mereka berlima benar – benar di uji agar tetap survive.

Menjadi presenter program petualangan di akui Nana memang menyenangkan sekaligus penuh resiko. Medan yang masih belum tersentuh orang sering harus mereka lalui. Ini menjadi pengalaman tersendiri. Seperti kejadian langka di Papua merupakan hal yang tidak akan pernah terlupakan. Ujar gadis yang hobi membaca buku ini.  

Biografi Medina Kamil


Dari awal Nana mengaku sudah menjadi penonton setia program Jejak Petualangan. Selain karena dirinya gemar jalan – jalan, ia juga ngefans sama presenter Jejak Petualang sebelumnya, Riyanni Djangkaru. Kesempatan itu datang ketika Riyanni harus off alasan sedang hamil. Nana langsung melamar sebagai penggantinya bersama dengan gadis lain yang memang memiliki minat yang sama dengannya.

Sempat cerita bahwa meskipun ia tidak berpengalaman dalam dunia pecinta alam namun tidak menurunkan minatnya untuk tetap bergabung di Jejak Petualang. Minatnya memang semata – mata di dorong oleh hobi dia yaitu mengunjungi tempat – tempat yang indah serta belajar dari kebudayaan lain. Gadis lulusan Fakultas Hukum Universitas Pancasila ini mengungkapkan, “Kayanya seru banget jalan - jalan ngeliat kebudayaan lain."

Awalnya keluargan tidak setuju keputusannya menjadi presenter Jejak Petualang, tap karena ia bisa meyakinkan orang tuanya. Akhirnya izin itu di perolehnya juga. Medina Kamil mengatakan bahwa di saat pertama ia melamar belum cerita apa pun ke orang tuanya. Baru setelah panggilan untuk tes lapangan itu datang, ia baru cerita.

Karena yang melamar sebagai calon presenter juga banyak, Medina Kamil sempat tidak pernah kepikiran untuk menang.  Setelah audisi lapangan selesai, ternyata namanya lah yang di sebut tim panitia menggantikan Riyanni Djangkaru.  

Medina Kamil adalah anggota perempuan satu – satunya dalam tim Jejak Petualang. Tentun ini pun jadi tantangan tersendiri baginya. Namun setelah beberapa kali bekerjasama, Nana mengaku saat ini ia sudah bisa klop dengan semua tim. Pengalaman pertama Nana adalah mengelesaikan ekspedisi di Papua. Medina Kamil mengaku sangat senang dengan ekspedisi tersebut. Wilayah Indonesia terjauh tersebut biasanya hanya ia bisa lihat di TV saja, dan sekarang ia memiliki kesempatan untuk kesana.

Nana juga mengaku bahwa banyak yang ia temukan disana. Pengalaman – pengalaman baru tentang Papua sangat memuaskan rasa keingin tahuannya. Salah satunya Nana mencoba makanan mereka. Ulat sagu dari yang masih mentah sampai yang sudah matang pernah di coba oleh Nana. Begitu ujarnya.  

Menjadi bagian dari tim petualang membuat Medina Kamil mengerti ragam Indonesia. Ia juga semakin paham ternyata tim ini yang paling tidak bisa santai di banding tim yang lain. Beban kerja yang di tanggung oleh tim Jejak Petualang memang lebih berat di banding yang lainnya. Nana bercerita bahwa pertama – tama itu menjadi kendalanya, tapi setelah jalan beberapa lama, ia makin klop dan nyaman berada di tengah – tengah tim tersebut.








Demikian biografi Medina Kamil semoga bermanfaat. Silahkan baca juga biografi Aa Gym.
Terima Kasih


Related Posts:

Biografi Aa Gym


Biografi Aa Gym

Pemilik nama lengkap Abdullah Gymnastiar atau yang lebih di kenal degan panggilan akrab Aa Gym (Aa berarti kakak dalam bahasa Sunda) sering kita lihat ceramah – ceramahnya di televisi. Aa Gym lahir pada tanggal 29 Januari 1962 di Bandung, Jawa Barat. Aa Gym merupakan pendiri dan pembina pondok pesantren Daarut Tauhid yang terletak di Gegerkalong Girang, Bandung. Selain terkenal sebagai penceramah, ia juga seorang yang aktif dalam dunia tulis menulis, penerbitan buku, serta seorang penyanyi.

Pada masa populernya Aa Gym merupakan penceramah yang di tunggu – tunggu kehadirannya di televisi. Metode dakwahnya yang berbeda dari penceramah lainnya membuat ia di kenal banyak kalangan terutama ibu – ibu. Dakwahnya yang sederhana dan memuat materi aplikatif yang dapat di terapkan dalam kehidupan sehari – hari menjadi pendorong kepopulerannya.

Aa Gym mengenalkan metode Manajemen Qolbu sebagai landasan kita hidup di dunia. Materi yang rutin ia sampaikan dalam tiap kesempatan biasanya memiliki alur seputar tauhid, motivasi, dan hati yang bersih. Di tengah masyarakat kita yang sampai hari ini dengan islam yang benar. Aa Gym menghadirkan bahwa islam agama yang indah dan damai, sehingga masjid Aa Gym di Bandung hampir tidak kuat menampung jamaah yang sering membludak.

Bila ulama yang lainnya biasa membahas materi islam dari yang harus di terapkan seperti kewajiban shalat, kewajiban puasa dan lainnya. Aa Gym membahas hal sederhana dan mengena dalam kahidupan sehari – hari. Terutama kenapa ceramahnya lebih mengena, Aa Gym menceritakan ilmu yang memang sudah ia aplikasikan dalam pribadi dan keluarganya.   

Oleh para pendengarnya, Aa Gym di identikan dengan ‘ustad keluarga bahagia”. Materi cermah dan kehidupan keluarganya yang harmonis menjadi pendorong kemunculan sebutan “ustad keluarga bahagia” tersebut. Terlebih lagi ibu – ibu rumah tangga yang memang rutin datang ke Da’arut Tauhid untuk menghadiri pengajiannya jelas membuat Aa Gym sangat cocok dengan panggila di atas.  

Pada bulan Desember 2006, Aa Gym memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang janda beranak tiga yang bernama Alfarini Eridani. Pernikahan kedua Aa Gym ternyata membawa reaksi keras dari para pendengar ceramah terlebih ibu – ibu. Aa Gym sendiri telah menikah dengan Hj Ninih Mutmainnah sejak tahun 1988. Mereka di karuniai tujuh orang putra dan putri.

Semua keputusannya untuk menikah lagi memang mengandung resiko yang tidak kecil. Aa Gym menerima sms bernada protes dan banyak dari jadwal – jadwal pengajian dengan undangan Aa Gym yang di batalkan. Nada protes yang di lakukan tidak hanya di sampaikan melalui sms. Media seperti blog, surat pembaca bahkan sampai ada yang berdemo turun ke jalan juga sekedar untuk memprotes keputusan Aa Gym berpoligami. Dari semua protes tersebut pastinya berujung pada tingkat popularitas Aa Gym. Bisnis pribadi Aa Gym maupun yang menggunakan Aa Gym sebagai ikonnya juga terkena dampaknya.

Biografi Aa Gym : Aa Gym di Awal -  Awal

Aa Gym adalah anak pertama dari empat bersaudara. Sebelum aktif dan fokus sebagai penceramah. Ia sudah menekuni beragam profesi seperti jualan koran, jualan bakso, bahkan sampai jadi sopir angkutan umum juga pernah. Semua di lakukan karena memang dasarnya ia gemar dengan berwirausaha, juga sebagai biaya kuliahnya di tehnik elektro. Salah satu pelajaran penting yang di dapat dari kampus selain berwirausaha adalah kemampuanya menyampaikan materi di depan publik. Aa Gym pernah terpilih sebagai ketua beberapa organisasi kampus seperti Komandan Resimen Mahasiswa pada tahun 1982 di Akademi Tehnik Jenderal Ahmad Yani.

Biografi Aa Gym : Mendalami Ilmu Agama

Dari  dulunya ia gemar mendalami ilmu agama guna menguatkan keimanannya. Di tahun 1980’an Aa Gym bersama beberapa rekannya sengaja datang ke Garut untuk mondok di pesantren ajengan Junaedi. Salah satu ilmu yang di pelajarinya adalah ilmu Laduni.

Salah satu bidang usaha yang sempat di garap Aa Gym adalah pembuatan kaos, gantungan kunci, dan juga peralatan kantor yang di isi dengan kata atau kalimat yang mengandung religi. Bersama dengan rekan rekan se angkatan yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW), ia menggarap ladang usaha tersebut pada tahun 1987.

Biografi Aa Gym : Membangun Pondok Pesantren daarut Tauhid

Kemudiam mulailah di bangun Pondok Pesantren Da’arut Tauhid Bandung dengan memanfaatkan lahan orang tua Aa Gym. Pembangunan di laksanakan sekitar tahun 1990. Lokasi pesantren tersebut kemudian pindah ke Jalan Gegerkalong Girang 38 seperti yang saat ini kita kenal. Awal mula pondok pesantren DT terinspirasi dari gerakan Al-Arqom yang ada di Malaysia. Dimana Al-Arqom telah berhasil memberdayakan kemandirian umat dengan menggunakan cara islami. Pertama kali di bangun, ponpes DT merupakan sebuah pondokan atau kosan yang memiliki 20 kamar. Kemudian tempat tersebut di beli secara langsung senilai Rp.100 Juta. Ponpes DT mengusung konsep yang terbuka untuk semua orang dan semua kalangan berbeda dengan inspiratornya, Al-Arqom, yang identik dengan eksklusif. Dalam perkembangannya, pesantren DT di buat lebih permanen dengan bangunan tiga lantai.

Biografi Aa Gym : Pembangunan Fasilitas

Guna mendukung aktivitas dakwah Aa Gym, maka di perlukan lembaga keuangan yang mampu mengelola arus kas agar bisa berputar positif. Maka di bentuklah sebuah Koperasi yang di beri nama Koperasi Pondok Pesantren Daarut Tauhid (Kopontren DT). Pembangunan koperasi ini sekitar tahun 1994.

Seiring makin bertambahnya jamaah Aa Gym, salah satu jamaah tersebut ada yang berinisiatif untuk membelikan tanah beserta bangunan dan berdiri di atasnya pada tahun 1995. Kelak tanah tersebut di pergunakan untuk beragam aktifitas seperti kediaman pemimpin pondok, kantor yayasan, Taman Pendidikan Al-quran (TPA), Taman Kanak-Kanak Al-quran (TKA), ruang produksi konveksi, ruang pertemuan, gudang, serta kamar para santri.

Pembangunan fisik masih terus berlanjut. Kopontren yang persis di seberang mesjid di bangun untuk lebih memaksimalkan lagi fungsinya. Pada tahun 1997, di buat untuk kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT), usaha penerbitan, mini market serta swalayan, dan juga wartel.

Selanjutnya, demi melebarkan jangkauan dakwah Aa Gym, di bangunlah sebuah Radio Ummat yang di beri nama MQ FM yang mengudara pada 9 Desember 1999, serta di bangun juga fasilitas lain yang nilai asetnya mencapai 6 miliar rupiah. Fasilitas tersebut adalah PT Tabloid MQ, PT Mutiara Qolbun Salim (MQS), CV House and Building (HNB), Asrama Daarul Mutmainnah 2000, Radio Bening Hati, juga Gedung serba Guna.   

Nama Aa Gym mulai di kenal publik pada tahun 2000 dengan di awali mengisi acara di beberapa televisi nasional. Di stasiun RCTI, Aa Gym menjadi pengisi acara dalam program Hikmah Fajar. Selain itu, ia juga mengasuh acara TV sendiri yang masih dalam naungan Hikamh Fajar dan di beri nama “Manajemen Qolbu”.
Jangkauan ceramahnya juga semakin meluas dengan di bantu bidang buku dan VCD. Tercatat pada tahun 2002 Aa Gym sudah memiliki 15 usaha penerbitan dan sudah mampu menerbitkan buku sampai 15 judul. Ceramahnya yang telah di kasetkan sudah berjumlah lusinan dan tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. Aa Gym makin di kenal luas seiring makin menyebarnya ceramah Aa Gym. Bahkan jumlah undangan yang masuk guna menjadi pembicara bisa mencapai 1.200 undangan per bulannya.

Pada bulan Ramadhan, Aa Gym menjadi yang paling sibuk menerima undangan karena banyak stasiun televisi yang memintanya guna menjadi pembicara. Otomatis tarif siaran Aa Gym meningkat secara signifikan. Untuk ceramah dalam durasi 1 jam, ia di bayar senilai USD 100.000.

Jiwa wirausaha Aa Gym yang memang sudah ada dari dahulu. Di mannfaatkan untuk terus memanfaatkan jumlah umat yang membludak. Supaya nanti hasilnya dapat di alirkan kembali demi kepentingan umat.
Terhitung Aa Gym serius menggarap bidang media, Ia memiliki penyiaran radio, studio televisi serta beberapa situs website. Selain itu juga ada koperasi supermarket, masjid dan pesantren dengan kapasitas 500 orang. Panti asuhan dan rumah persinggahan juga tersedia, pelatihan dan seminar – seminar pun tidak luput di garap.

Kepopuleran Aa Gym di masa kemudian memunculkan beragam pendapat. Seperti yang di sampaikan oleh Solahudin Wahid bahwa kekuatan Aa Gym terletak pada rasa ingin berbagi yang tulus. Ulil Abshar Abdala dari Jaringan Islam Liberal juga mengomentari bahwa Aa Gym layaknya Britney Spears dalam Islam. Majalah Time juga pernah memuat Aa Gym sebagi cover majalah mereka dengan tajuk utama “The Holy Man”.

Demikian biografi Aa Gym semoga bermanfaat
Silahkan baca juga biografi Pasha Ungu
Terima Kasih
Referensi :

Related Posts:

Biografi Pasha Ungu


Biografi Pasha Ungu 


Pemilik nama lengkap Sigit Purnomo Syamsudin Said ini lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, ia keturunan Bugis. Dengan karirnya sebagai penyanyi, Pasha bersama dengan grup band-nya merupakan salah satu grup band ternama tanah air. Pasha lahir pada tanggal 27 November 1979. Grup band Ungu adalah tempat dimana ia saat ini menjadi vokalisnya. Ia bergabung dengan ungu pada tahun 1999. Pasha terlahir dari pasangan Syamsuddin Said dan Andi Bumbeng.  

Biografi Pasha : Perjalanan Bermusik

Pasha memang bukan pertama kali berkarir di dunia hiburan tanah air. Namanya saat ini berkibar bersama grup band Ungu sebagai vokalis. Sebelumnya, Pasha sudah pernah muncul di televise sebagai model, main sinetron dan bahkan pernah juga bergabung dengan beberapa grup band.

Bakat bernyanyi sudah terlihat sejak masih kecil. Di tanah kelahirannya, Pasha pernah menjuarai lomba adzan se Sulawesi Tengah dengan menyabet juara ke-2. Dari kecil ia senang melantunkan ayat alqur’an dan adzan. Pasha pernah juga mengenyam bangku kuliah di kampus ABA-ABI. Ternyata dunia musik lebih menarik baginya. Sempat juga ia menggarap sebuah band baru bernama Michael Says di tahun 2008. Bersama rekan bisnis Pasha mendirikan label yang di beri nama Monash.  

Biografi Pasha Ungu : Kehidupan Keluarga

Pada tahun 2003, Pasha menikah dengan Okie Calerista Agustina Sofyan. Pasha di karunia’i tiga orang putra – putri yang bernama Kisya Alvaro Putra Sigit, Shakinah Azalea Napasha, dan terakhir Nasha Anaya Putri Valentina Pasha.

Namun sayang pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Okie Agustina, begitu panggilan akrab untuk isteri Pasha sempat di kabarkan selingkuh dengan salah satu gitaris grup band.

Pasha juga harus berurusan dengan pihak kepolisian terkait permasalahan di atas. Pasha karena terdorong emosi melayangkan pukulan keras pada pria yang di anggap teman selingkuh isterinya. Beruntung keduanya sepakat untuk menempuh jalur perdamaian guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Dengan di tengahi oleh Polresta Bogor, Pasha bersedia memberikan maaf dan mereka bersedia berdamai.

Okie kemudian mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Bogor kepada Pasha. Gugatan tersebut di kabulkan oleh Pengadilan setempat. Seperti di ketahui akhirnya bahtera rumah tangga yang telah mereka bina selama enam tahun sejak tahun 2003 sudah karam. Setahun berlalu sejak perceraian, tepatnya 14 November 2009, Okie melahirkan anak Pasha yang ke tiga di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina, Bogor.  

Ternyata meskipun keduanya sudah bukan lagi pasangan suami isteri. Mereka masih saja terlibat perselisihan. Okie melaporkan Pasha atas dugaan tindakan kekerasan pada tanggal 29 Juli 2009 ke Polresta Bogor.  
Keduanya saling lapor ke polisi, selain Okie yang melapor ke polisi. Pasha mengaku bahwa ia di cakar oleh Okie.

Babak berikut kehidupan Pasha berlanjut ketika ia memutuskan untuk menikahi pujaan hatinya Adelia Wilhelmina. Pasha menikahi Adelia pada tanggal 27 Maret 2011. Mereka sudah di karuniai satu orang putra yang di beri nama Dewa Hikari Zaidan Ibrahim. Putranya lahir pada tanggal 22 Desember 2011.

Demikian biografi Pasha Ungu semoga bermanfaat
Silahkan baca juga biografi Rhoma Irama

Terima Kasih

Related Posts:

Mau buat sofa keren? KLIK DISINI